
Dianggap sebagai karya seni. Kipas lipat buatan tangan, berbahan dasar bambu, kertas anti-sobek, dan sutera. Adalah kerajinan tradisional penduduk Jinling di Nanjing, Tiongkok. Banyak dipakai untuk mengipas saat merasa kepanasan.
Di sisi lain, selain berfungsi membantu mengurangi rasa gerah, kipas lipat ini juga mendapatkan penghargaan sebagai karya seni, memiliki penampilan yang elegan dan identik dengan konotasi budaya.
Kipas lipat hasil karya warga Jinling paling terkenal di seluruh Tiongkok. Karya ini juga terdaftar dalam warisan budaya yang tak berwujud dari Provinsi Jiangsu.
Proses yang paling penting dalam membuat kipas lipat adalah rangkanya. Prosesnya 43 langkah kecil, mulai dari pemilihan bahan hingga memotong dan membakarnya.
Pertama, pilih bambu berumur 6-8 tahun yang tumbuh subur di tanah yang terkena sinar matahari. Kemudian rebus bambu yang dipilih, untuk mengisolasi albumen dan gula dari bambu. Sehingga bambu tidak akan menarik serangga nantinya.
Kemudian potong bambu sedikit demi sedikit agar berbentuk seperti sisi kipas angin. Langkah kedua adalah membakar sisi kipas menjadi bentuk busur agar mudah diperbaiki. Langkah terakhir adalah memoles, membuat bingkai kipas menjadi halus.
Pembuatan permukaan kipas perlu melalui proses pemilihan material, pemotongan kertas, pemasangan permukaan, pemotongan tepi dan sebagainya. Terakhir, untuk menggabungkan bingkai kipas dengan permukaan kipas.
Setelah itu, jadilah kipas lipat itu, dengan fungsi mengipas saat kegerahan dan karya seni yang memiliki nilai cukup penting bagi warga setempat.
0 komentar:
Posting Komentar